Meskipun tidak disarankan untuk selalu memandang film dengan pandangan negatif, terkadang sulit untuk mengabaikan rasa kecewa yang ditinggalkan oleh sebuah karya.
The Flash adalah salah satu film yang cukup mengecewakan.
Bukan hanya karena potensi besar yang tidak dimanfaatkan, tetapi juga karena eksekusi yang gagal dalam memanfaatkan talenta-talenta hebat seperti Michael Keaton, Sasha Calle, dan kesempatan untuk menyajikan kisah yang menarik.
Ulasan Film
Biasanya, kita mencoba untuk menemukan kualitas positif dalam film yang mengecewakan. Namun, The Flash menawarkan pengalaman yang sulit untuk dibanggakan. Keputusan kontroversial yang melibatkan aktor utama Ezra Miller memperburuk keadaan, terutama mengingat beberapa tindakan masa lalunya yang mengundang sorotan negatif. Ditambah dengan efek visual yang tidak memuaskan, terutama di akhir cerita, film ini juga terganggu oleh penampilan cameos dari aktor yang sudah meninggal, yang terasa tidak pantas dan tidak dieksekusi dengan baik.
Humor yang coba diselipkan dalam film ini sering kali terasa tidak tepat sasaran, dengan beberapa lelucon yang justru menimbulkan kekhawatiran terkait penilaian yang kurang matang. Salah satunya adalah humor yang berhubungan dengan Barry yang bertindak tidak pantas terhadap sosok alternatifnya, serta momen yang terlalu dipaksakan saat dia secara tidak sengaja mengganggu seorang wanita dengan cara yang cukup ceroboh.
The Flash mencoba untuk mengimbangi nuansa gelap yang ada dalam semesta DC Extended Universe (DCEU) karya Zack Snyder, namun tanpa benar-benar memahami dan mengadaptasi niat naratif dan estetikanya. Ironisnya, meskipun berusaha untuk membawa keceriaan di tengah suasana muram, film ini malah sering kali terasa lebih keras dan kurang menarik.
Penampilan Karakter
Ezra Miller berperan ganda sebagai Barry Allen dan versi alternatifnya yang lebih mengganggu, sementara Sasha Calle memerankan Kara Zor-El. Sayangnya, penampilan Miller dalam kedua peran tersebut terasa monoton dan tidak mendalam, sehingga karakter-karakter ini sulit untuk memberikan dampak yang kuat pada penonton. Momen terbaik dalam film ini justru terjadi ketika Miller berada dalam adegan yang melibatkan aktor lain, terutama Keaton dan Ben Affleck, yang jelas memberikan nuansa lebih pada cerita.
Kembalinya Michael Keaton sebagai Batman memang membawa nuansa baru pada karakter ini, namun sering kali Keaton terjebak dalam nostalgia dengan pengulangan kalimat-kalimat ikonik dari film sebelumnya, yang malah mengurangi kualitas penampilannya. Walaupun begitu, karakter Batman yang ia perankan tetap memberikan nilai lebih dalam film ini.
Di sisi lain, penampilan Sasha Calle sebagai Supergirl terbilang mencolok dan menjadi salah satu aspek positif yang jarang terlihat dalam The Flash. Karakter Supergirl yang diperankannya memiliki kompleksitas, di mana ia berjuang dengan rasa sakit dan ketidakpastian, namun tetap memilih untuk melawan demi masa depan yang lebih baik. Sayangnya, karakter ini terabaikan oleh fokus yang berlebihan pada Flash itu sendiri, meskipun ia memiliki peran yang cukup penting dalam alur cerita di awal film.
Ketika sang sutradara memberikan ruang bagi Keaton dan Calle untuk bersinar, The Flash sempat menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Sebuah film yang mengedepankan karakter-karakter mereka sepertinya akan lebih menarik. Namun, The Flash justru terasa lamban dan membosankan, terjebak dalam penampilan Miller yang jarang memberikan momen yang lebih dari sekadar medioker.
Usaha film ini untuk memanfaatkan nostalgia juga terasa sia-sia, bahkan cenderung tidak peka, dengan pemanfaatan CGI untuk menghadirkan karakter-karakter ikonik yang seharusnya dihargai justru terasa kurang sopan dan merusak citra mereka yang telah ada.
Bagi Anda yang mencari pengalaman menonton film superhero yang memuaskan, Kamen Rider Kuuga adalah pilihan yang jauh lebih baik. Sebagai kesimpulan, The Flash bisa dibilang sebagai salah satu film terburuk yang hadir pada tahun 2023. Jika Anda ingin menikmati penampilan Keaton dan Calle, sebaiknya Anda menunggu hingga film ini dirilis di platform perpustakaan digital atau saluran streaming.