Dalam beberapa tahun terakhir, air purified (air murni) menjadi pilihan populer bagi banyak orang, terutama di kalangan generasi muda. Baik itu air kemasan dalam botol atau air galon yang tersedia di kantor, kita sering merasa tertarik dengan cairan bening, segar, dan terasa lebih "bersih."
Rasanya menenangkan saat meminum air ini karena kita menganggapnya bebas dari kotoran. Namun, muncul kekhawatiran yang semakin berkembang, apakah meminum air purified bisa menyebabkan kekurangan kalsium? Mari kita cari tahu bersama, Lykkers!
Mengapa Kita Meminum Air?
Alasan utama kita meminum air adalah untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, bukan untuk memasok tubuh dengan zat gizi seperti kalsium. Di Tiongkok, air minum tersedia dalam berbagai jenis: air ledeng, air purified, air mineral, dan lain-lain. Setiap jenis air ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Air ledeng adalah sumber air yang paling umum, berasal dari sumber alami seperti permukaan atau air tanah. Setelah diproses, air ledeng ini disalurkan langsung ke rumah-rumah. Sementara itu, air purified disaring dari air ledeng dan mengandung lebih sedikit kotoran. Namun, proses penyaringan ini juga menghilangkan mineral-mineral penting seperti kalsium, magnesium, dan zinc.
Apakah Air Purified Mempengaruhi Kadar Kalsium?
Meskipun air purified membantu menjaga hidrasi tubuh, air ini bukanlah sumber utama kalsium. Kalsium, mineral penting untuk tulang, sebagian besar berasal dari makanan yang kita konsumsi, bukan dari air. Benar bahwa beberapa jenis air mineral mengandung kalsium dalam jumlah kecil, tetapi kontribusinya terhadap asupan kalsium secara keseluruhan sangat minimal.
Faktanya, asupan kalsium kita lebih banyak dipengaruhi oleh pola makan. Makanan seperti produk susu, kacang tanah, wijen hitam, dan sayuran berdaun hijau kaya akan kalsium dan memiliki tingkat penyerapan yang tinggi. Asupan kalsium yang disarankan untuk orang dewasa adalah sekitar 800mg per hari, yang mudah dicapai dengan pola makan yang seimbang.
Berapa Banyak Kalsium yang Bisa Didapatkan dari Air?
Air, termasuk air purified, memang mengandung beberapa mineral, tetapi kontribusinya terhadap kalsium sangat kecil. Sebagai contoh, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan tingkat kekerasan air yang ideal untuk air minum adalah sekitar 170mg/L, dengan 40% di antaranya adalah kalsium. Ini berarti, meskipun kita mengonsumsi 1,2 liter air per hari, kita hanya akan menyerap sekitar 100mg kalsium dari air, jumlah ini hanya sebagian kecil dari asupan yang kita dapatkan dari makanan.
Air Murni vs. Air Rebusan
Meskipun air purified bagus untuk menjaga hidrasi tubuh, air ini bukanlah pilihan terbaik sebagai satu-satunya sumber air minum dalam jangka panjang karena kekurangan mineral yang dibutuhkan tubuh. Itulah mengapa meskipun sesekali meminum air purified tidak berbahaya, tidak disarankan untuk mengandalkannya sebagai sumber hidrasi utama. Dari segi kesehatan, ekonomi, dan kebersihan, air rebusan justru lebih baik untuk hidrasi jangka panjang.
Meskipun banyak yang memperdebatkan soal air purified dan kalsium, kenyataannya tidak ada hubungan langsung antara meminum air ini dan kekurangan kalsium. Kadar kalsium dalam tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan, usia, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Asalkan Anda menjaga pola makan yang seimbang dan memastikan asupan kalsium yang cukup dari makanan yang kaya akan kalsium, meminum air purified tidak perlu dikhawatirkan.