Siapa yang tidak suka rasa manis gula? Rasanya begitu menyenangkan, dan sering kali kita merasa sulit untuk menolaknya. Namun, seiring berjalannya waktu, konsumsi gula yang berlebihan dapat berisiko untuk kesehatan kita. Banyak dari kita mungkin tidak menyadari betapa banyaknya gula yang kita konsumsi setiap hari.
Yuk, mari kita bahas apa yang terjadi saat kita makan terlalu banyak gula, agar Anda lebih paham tentang potensi risikonya dan bisa menjaga kesehatan dengan lebih baik!
Siklus Gula: Mengapa Kita Terus Menginginkannya?
Pernahkah Anda merasa senang dan puas setelah mengonsumsi makanan manis? Itu karena gula merangsang pelepasan dopamin di otak, membuat kita merasa bahagia dan terpuaskan. Namun, seperti halnya kesenangan lainnya, hal ini dapat menyebabkan keinginan yang lebih besar untuk gula. Menurut Brooke Alpert, penulis buku Surprise! Less Sugar Will Make You Younger Inside and Out, semakin banyak gula yang kita makan, semakin besar pula keinginan kita untuk mengonsumsinya. Ini seperti kecanduan – tubuh kita terbiasa dengan "sensasi manis" dan mulai menuntut lebih banyak lagi untuk mempertahankan perasaan tersebut.
Gula dapat memengaruhi tubuh kita seperti halnya opioid, melepaskan zat yang membuat kita merasa senang. Namun, seiring waktu, ketergantungan pada gula ini semakin kuat, dan semakin sulit bagi kita untuk menahan diri.
Bahaya Kelebihan Konsumsi Gula
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pedoman tentang konsumsi gula, merekomendasikan agar gula hanya menyumbang sekitar 10% dari total asupan kalori harian kita, dengan 5% menjadi angka yang lebih ideal. Namun, bagi banyak orang, terutama di negara-negara seperti Taiwan yang terkenal dengan minuman manis seperti bubble tea, satu gelas saja bisa membuat kita melebihi batas ini. Lalu, apa yang terjadi jika kita terus mengonsumsi gula berlebihan? Mari kita simak dampaknya.
1. Kenaikan Berat Badan dan Obesitas
Salah satu akibat yang paling nyata dari konsumsi gula berlebih adalah kenaikan berat badan. Gula mengandung "kalori kosong" yang berarti memberikan energi tanpa menyediakan nutrisi yang penting bagi tubuh. Karena itu, gula tidak membuat kita merasa kenyang dalam waktu lama, yang akhirnya mendorong kita untuk makan lebih banyak dan mengonsumsi lebih banyak gula.
Penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa minuman manis langsung berhubungan dengan kenaikan berat badan pada orang dewasa dan anak-anak. Makanan yang tinggi gula dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dan turun dengan cepat, yang memicu rasa lapar dan keinginan untuk makan lebih banyak makanan manis. Seiring waktu, ini menciptakan siklus ketergantungan pada gula.
Menurut Dr. Liu Pengchi, seorang dokter keluarga, konsumsi gula berlebihan tidak hanya menyebabkan kenaikan berat badan, tetapi juga meningkatkan risiko kelelahan, gangguan hati, dan masalah kardiovaskular.
2. Dampak pada Fungsi Kognitif dan Mood
Kelebihan gula tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga dapat merusak fungsi otak. Mengonsumsi makanan tinggi gula, terutama makanan olahan, bisa membuat kita merasa lesu, mudah marah, bahkan depresi. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menemukan bahwa kadar gula darah yang tinggi dapat merusak fungsi kognitif. Orang yang mengonsumsi gula berlebih berisiko mengalami masalah memori dan bahkan gangguan seperti demensia.
Dr. Liu menjelaskan bahwa kadar gula darah yang tidak terkontrol bisa menyebabkan penurunan kognitif, yang seringkali terlihat pada pasien diabetes. Jika kadar gula darah tidak dikelola dengan baik, risiko kehilangan memori dan masalah kognitif lainnya dapat meningkat signifikan.
Selain itu, jika kita menjadi obesitas akibat konsumsi gula berlebihan, hal ini dapat menyebabkan sleep apnea, yang pada gilirannya akan mengganggu fungsi otak kita. Jadi, dampak jangka panjang dari konsumsi gula berlebih bukan hanya fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan otak.
3. Masalah Kulit: Jerawat dan Penuaan Dini
Ternyata, gula juga dapat memengaruhi kesehatan kulit Anda. Banyak penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan jerawat dan masalah kulit lainnya. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Dermatology menemukan bahwa pola makan yang kaya akan gula dan produk susu berhubungan dengan masalah kulit pada orang dewasa.
Gula dapat mengganggu kadar insulin dan hormon dalam tubuh, yang memengaruhi kesehatan kulit. Gula juga dapat menyebabkan pembentukan advanced glycation end-products (AGEs), yang dapat merusak kolagen di kulit. Proses ini mengarah pada hilangnya elastisitas kulit, menyebabkan kulit mengendur, berkerut, dan munculnya bintik hitam. Jadi, jika kulit Anda tidak tampak segar, mungkin saatnya untuk mengevaluasi kembali asupan gula Anda!
4. Gangguan pada Sistem Pencernaan
Konsumsi gula yang berlebihan juga dapat memengaruhi kesehatan pencernaan Anda. Ketika kadar gula darah tetap tinggi dalam waktu lama, ini dapat mengganggu sistem saraf otonom, yang bisa menyebabkan masalah seperti sembelit. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan gula dapat mengubah keseimbangan bakteri di dalam usus, yang memiliki dampak besar pada pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.
Makan terlalu banyak makanan manis juga berarti kita cenderung mengabaikan pilihan yang lebih sehat, seperti buah dan sayuran, yang sangat penting untuk kesehatan usus. Ketidakseimbangan dalam pola makan ini dapat memperburuk masalah pencernaan dan bahkan memengaruhi mood serta kesejahteraan mental kita, berkat hubungan antara usus dan otak.
Seperti yang kita pelajari, konsumsi gula berlebih dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan dan masalah kulit hingga penurunan fungsi kognitif dan gangguan pencernaan. Namun, jangan khawatir, kita tidak perlu menghilangkan gula sepenuhnya dari pola makan kita. Kuncinya adalah moderasi. Dengan lebih memperhatikan asupan gula dan membuat pilihan yang lebih sehat, kita bisa menghindari dampak negatifnya sambil tetap menikmati sesekali camilan manis.